Rabu, 22 Desember 2010

Makalah Keterpaduan IPTEK dan Islam

BAB I
PENDAHULUAN

Bioteknologi bisa mendatangkan berkah sekaligus bencana bagi umat manusia. Sebagai berkah, teknologi aplikasi biologi ini dapat memperlihatkan potensinya yang luar biasa untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, dari urusan pangan sampai perang. Melalui rekayasa genetika, bioteknologi dapat menghasilkan kelimpahan pangan yang tidak pernah terjadi sebelumnya, tomat begitu subur, jagung lebih lezat, hewan lebih gemuk, atau panen padi super cepat. Namun sebagai bencana, bioteknologi menjadi urusan tidak sepele bagi umat manusia, terutama yang berkaitan dengan pelanggaran norma-norma kemanusiaan serta nilai kesucian agama. Bioteknologi dapat menjadi alat untuk, misalnya memanipulasi sifat-sifat genetika hewan dan manusia sehingga dapat menimbulkan disharmoni yang berakibat pada bencana manusia. Bioteknologi juga dapat membunuh umat sedunia, misalnya melalui senjata biologi.
Sebagaimana iptek lainnya, bioteknologi pada dasarnya pisau bermata dua. Bioteknologi dapat digunakan sebagai alat yang sangat bermanfaat untuk manusia melalui penerapannya di bidang pertanian, penyediaan pangan dunia, kimia, industri, obat-obatan, kesehatan dan lain-lain. Sebaliknya, bioteknologi juga dapat digunakan untuk hal-hal yang bertentangan dengan agama (Islam), misalnya digunakan untuk melakukan pengguguran kandungan, mengubah organ tubuh dengan tujuan mengganti rekaman sifat-sifat baik pada makhluk hidup, menciptakan senjata kuman, atau untuk menghancurkan moral masyarakat.
Islam sebagai agama penyempurna dan paripurna bagi kemanusiaan, sangat mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari, mengamati, memahami dan merenungkan segala kejadian di alam semesta. Dengan kata lain Islam sangat mementingkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berbeda dengan pandangan dunia Barat yang melandasi pengembangan Ipteknya hanya untuk kepentingan duniawi, maka Islam mementingkan pengembangan dan penguasaan Iptek untuk menjadi sarana ibadah-pengabdian Muslim kepada Allah SWT dan mengembang amanat sebagai khalifah di muka bumi untuk berkhidmat kepada kemanusiaan dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Islam Meninggikan Derajat Orang-Orang Yang Beriman Dan Berilmu Serta Dampaknya Pada Perkembangan Ilmu Dan Teknologi
Allah SWT mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat, semakin tinggi keimanan dan ilmu seseorang maka semakin tinggi derajatnya. Allah menyandingkan kata Iman dan Ilmu, hal ini mengandung beberapa konsekuensi, yaitu bahwa orang yang mengaku beriman wajib hukumnya untuk menuntut ilmu, sementara orang yang berilmu namun tidak beriman maka ilmunya hanya akan menimbulkan kerusakan bagi orang lain dan dirinya sendiri. Iman dan Ilmu hendaknya tidak terpisahkan pada diri seseorang, jika hilang salah satunya maka akan membuatnya memiliki derajat yang rendah baik di dunia maupun di akhirat.
“Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS. Al-Mujaadilah: 11)
Ayat di atas menunjukkan betapa tingginya derajat orang-orang yang berilmu, beramal shaleh dan berjihad di jalan Allah. Bukan hanya dihargai dan dihormati oleh sesamanya, akan tetapi Allah pun mengangkat derajat orang-orang yang berilmu.
a. Hakikat Beriman
Begitu pentingnya menjadi orang pintar ilmu dunia dan ilmu akhirat, Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an terdapat empat tempat yang memberitakan betapa tingginya derajat orang-orang berilmu.
Pertama, dalam al-Qur’an Surah al-Mujaadilah ayat 11, yaitu:“Hai orang-orang beriman, apabila dikatakan padamu, “berlapang-lapanglah dalam majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan meninggikan derajatnya orang-orang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Kedua, dalam al-Qur’an Surah al-Nisaa ayat 95-96, yaitu:“Dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang-orang yang duduk dengan pahala yang besar, yaitu beberapa derajat daripada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Ketiga, dalam al-Qur’an Surah Thaha ayat 75, yaitu:“Dan barang siapa datang kepada Rabb-Nya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal shaleh, maka mereka itulah orang-orang yang telah memperoleh tempat-tempat yang mulia.”
Keempat, dalam al-Qur’an Surah al-Anfaal ayat 2-4, yaitu: ”Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka. Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka karenanya dan kepada Rabbnyalah mereka bertawakal. Yaitu, orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Rabbnya dan ampunan serta rezeki yang mulia.”
Orang yang beriman adalah:
1. Takwa
2. Menjauhi kezaliman (syirik)
3. Orang yang mendirikan sholat
4. Selalu khusyuk dalam sholatnya
5. Mengeluarkan cahaya (aura)
6. Apabila ia mendengar asma Allah bergetar hatinya
7. Orang yang menafkahkan sebagian rezeki yang dimilikinya
b. Hakikat Berilmu
Salah satu ciri yang membedakan Islam dengan yang lain adalah penekanannya terhadap masalah ilmu (sains). Al-Qur’an dan Al-Sunnah mengajak kaum Muslim untuk mencari dan mendapatkan ilmu dan kearifan, serta menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat yang tinggi. Sejauh ini, kita telah mencoba untuk membuktikan bahwa perintah Al-Qur’an dan Sunnah mengenai menuntut ilmu tidaklah terbatas pada ajaran-ajaran syariah tertentu, tetapi juga mencakup setiap ilmu yang berguna bagi manusia.
Tujuan utama manusia adalah mendekatkan diri pada Allah dan mendapatkan ridha-Nya, aktivitas-aktivitasnya harus difokuskan pada arah ini. Segala sesuatu yang mendekatkan kepada Tuhan atau petunjuk-petunjuk pada arah tersebut adalah terpuji. Jadi, ilmu hanya berguna jika dijadikan alat untuk mendapatkan pengetahuan tentang Allah, keridhaan dan kedekatkan kepada-Nya. Jika tidak, ilmu itu sendiri akan menjadi penghalang yang besar (hijab al-akbar), apakah ia tercakup dalam ilmu-ilmu kealaman maupun ilmu-ilmu kealaman maupun ilmu-ilmu syariah.
Jelas bahwa menyembah Allah tidak hanya lewat puasa, shalat dan lain sebagainya. Nyatanya, suatu gerakan menuju taqarrub (kedekatan) kepada Allah selalu dianggap sebagai ibadah. Salah satu cara untuk menolong manusia dalam perjalanannya menuju Allah adalah ilmu, dan hanya dalam hal semacam inilah ilmu dipandang bernilai. Dengan bantuan ilmu, seorang Muslim, dengan berbagai cara dan upaya dapat ber- taqarrub kepada Allah.
1. Dia dapat meningkatkan pengetahuannya akan Allah.
2. Dia dengan efektif dapat membantu mengembangkan masyarakat Islam dan merealisasikan tujuan-tujuannya.
3. Dia dapat membimbing orang lain.
4. Dia dapat memecahkan berbagai problem masyarakat.
Jika ilmu adalah sesuatu yg paling berharga maka mencari ilmu adalah pekerjaan paling mulia. Allah SWT telah menyandingkan kewajiban menuntut ilmu dengan kewajiban jihad. Jadi jika jihad melawan orang kafir itu menjaga agama islam dari ancaman luar, maka menuntut ilmu kemudian menyebarluaskannya adalah menjaga kelestarian ajaran islam dari dalam.

B. Dampak Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Satu abad terakhir ini, kemajuan Iptek dunia dipimpin oleh peradaban Barat. Kesejahteraan dan kemakmuran material (fisikal) yang dihasilkan oleh perkembangan Iptek modern tersebut, membuat banyak orang lalu mengagumi dan meniru-niru gaya hidup peradaban Barat tanpa diimbangi sikap kritis terhadap segala dampak negatif dan krisis multidimensional yang diakibatkannya.
Krisis multidimensional terjadi akibat perkembangan Iptek yang lepas dari kendali nilai-nilai moral Ketuhanan dan agama. Krisis ekologis, misalnya: berbagai bencana alam: tsunami, gempa dan kacaunya iklim serta cuaca dunia akibat pemanasan global yang disebabkan tingginya polusi industri di negara-negara maju. Kehancuran ekosistem laut dan keracunan pada penduduk pantai akibat polusi yang diihasilkan oleh pertambangan mineral emas, perak dan tembaga, seperti yang terjadi di Buyat, Sulawesi Utara dan di Freeport Papua, Minamata Jepang. Kebocoran reaktor Nuklir di Chernobil, Rusia, dan di India, dan lain sebagainya. Krisis Ekonomi dan politik yang terjadi di banyak negara berkembang dan negara miskin, terjadi akibat ketidakadilan dan neo-imperialisme oleh negara-negara maju yang menguasai perekonomian dunia dan Iptek modern.
Peradaban Barat modern saat ini memang memperlihatkan kemajuan dan kebaikan kesejahteraan material yang seolah menjanjikan kebahagian hidup bagi umat manusia. Namun kemajuan tersebut nampak tidak seimbang, karena lebih mementingkan kesejahteraan material sebagian individu dan sekelompok tertentu saja. Dengan mengabaikan, bahkan menindas hak-hak dan merampas kekayaan alam negara lain dan orang lain yang lemah Iptek, ekonomi dan militernya, maka kemajuan di Barat melahirkan penderitaan kolonialisme-imperialisme di Dunia Timur dan Selatan.
Negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim, saat ini pada umumnya adalah negara-negara berkembang atau negara terkebelakang, yang lemah secara ekonomi dan juga lemah atau tidak menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan sains-teknologi. Karena nyatanya saudara-saudara Muslim kita itu banyak yang masih bodoh dan lemah, maka mereka kehilangan harga diri dan kepercayaan dirinya. Beberapa di antara mereka kemudian menjadi hamba budaya dan pengikut buta kepentingan negara-negara Barat. Mereka menyerap begitu saja nilai-nilai, ideologi dan budaya materialis dan sekular yang diserap melalui kemajuan teknologi informasi dan media komunikasi Barat. Akibatnya krisis-krisis sosial-moral dan kejiwaan pun menular kepada sebagian besar bangsa-bangsa Muslim.
Kenyataan memprihatikan ini sangat ironis. Umat Islam yang mewarisi ajaran suci Ilahiah dan peradaban serta Iptek Islam yang jaya di masa lalu, justru kini terpuruk di negerinya sendiri, yang sebenarnya kaya sumber daya alamnya, namun miskin kualitas sumberdaya manusianya (pendidikan dan Ipteknya). Ketidakadilan global ini terlihat dari fakta bahwa 80% kekayaan dunia hanya dikuasai oleh 20 % penduduk kaya di negara-negara maju. Sementara 80% penduduk dunia di negara-negara miskin hanya memperebutkan remah-remah sisa makanan pesta pora bangsa-bangsa negara maju.
a. Penyalahgunaan Biotek Dalam Bidang Militer
Potensi lain yang sangat berbahaya dari bioteknologi adalah di bidang militer. Dengan bantuan bioteknologi, manusia dapat mengubah mikroorganisme yang memang sudah berbahaya menjadi lebih berbahaya, misalnya mengubah sifat-sifat genetik virus influenza. Dengan merekayasa DNA, virus dapat diubah menjadi semacam “senjata” maut sehingga mampu membunuh manusia dan hewan dalam beberapa jam atau bahkan dalam beberapa menit saja. Jauh sebelum bioteknologi berkembang seperti sekarang, penggunaan sejata kuman telah dikenal orang pada Perang Dunia ke II. Berbagai kuman, diantaranya kuman TBC diubah sedemikian rupa sehingga menjadi ganas melebihi batas ilmiahnya. Jika TBC biasanya membunuh manusia dalam tempo beberapa bulan atau tahun, dengan pengubahan sifat-sifat kuman itu, kemampuan membunuhnya dapat lebih cepat dengan menimbulkan infeksi saluran nafasdan paru-paru dalam beberapa hari saja.
Hal serupa juga dapat dilakukan terhadap penyebab penyakit kolera, serta berbagai jenis jamur. Melalui berbagai jenis mikrobayang telah ditingkatkan virulensinya, mikroba tersebut dapat dijadikan senjata bio dan disebarkan di wilayah yang ingin dihancurkan. Dewasa ini perkembangan bioteknologi modern membuat rekayasa mikroba untuk senjata bio makin mudah. Penggunaannya sulit dideteksi, serta dapat diduga sebagai hal yang “alamiah”. Penyalahgunaan bioteknologi seperti ini sebenarnya bertentangan dengan ajaran agama.
b. Penyalahgunaan Biotek Dalam Bidang Kesehatan
Kemampuan bioteknologi modern selain dapat membantu mengembangkan obat-obatan baru seperti jenis antibiotika, juga dapat digunakan untuk hal-hal yang membawa mudarat dalam bidang kesehatan. Misalnya dengan menggunakan rekayasa genetika dalam perolehan zat-zat terlarang seperti morphin dan sejenisnya. Dengan bantuan bioteknologi, dapat dihasilkan zat-zat atau senyawa kimia terlarang yang kekuatannya beribu-ribu kali daripada yang ada sekarang ini.
Penggunaan seperti itu jelas merupakan pelanggaran, terutama jika penggunaannya dilakukan di luar kontekspengobatan atau kesehatan. Sebab, dalam pengendalian yang baik serta pengawasan medis yang ketat penggunaan obat-obat bius dapat dibenarkan, misalnya ketika seseorang menjalani operasi untuk perbaikan kesehatan. Namun, jika penggunaan obat tersebut terjadi di luar konteks di atas, hal ini menjadi sesuatu yang merusak. Islam jelas menolak penggunaan yang merusak dari semua hasil iptek, termasuk hasil kerja bioteknologi modern yang disimpangkan. Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an tentang larangan membuat kerusakan di muka bumi:
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan terima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik-baik.” (QS. Al-A’raf: 56)
Sebagaimana telah disebutkan bahwa penggunaan bioteknologi mirip dengan sebuah “pisau bermata dua”. Benda tersebut dapat digunakan untuk menyembelih hewan kurban di jalan Allah atau sebaliknya juga untuk berbuat kejahatan yang dilarang Allah. Aplikasi bioteknologi modern dalam menghasilkan obat-obatan yang lebih berkualitas adalah hal terpuji dan termasuk perbuatan amal saleh jika dilakukan karena ikhlas kepada Allah. Namun, di samping itu juga dapat menjadi perbuatan yang dinilai merusak (berdosa) jika hasil produk tersebut digunakan di jalan yang tidak diridhai Tuhan.
c. Percobaan Biotek Yang Melanggar Agama
Sebagai iptek, bioteknologi tidak lepas dari berbagai percobaan ilmiah yang diperlukan untuk terus menerus menyempurnakan hasil-hasil yang ada. Seperti kita ketahui, untuk mencapai hasil meyakinkan, iptek memerlukan pengujian serta percobaan berulang-ulang agar suatu hasil dapat bersifat umum. Dengan kata lain, sutu percobaan empirik diperlukan untuk membuktikan apakah hukum-hukum dalam iptek berlaku umum untuk benda-benda atau zat-zat serupa, baik yang hidup maupun mati.
Dalam islam, pada prinsipnya tidak ada larangan untuk melakukan percobaan ilmu pengetahuan. Meskipun demikian, islam juga tidak membiarkan begitu saja percobaan ilmu pengetahuan yang liar di luar aturan agama. Munculnya bioteknologi modern, yang ditandai dengan penemuan DNA rekombinan, merupakan fenomena baru dalam hal ini. Karena DNA rekombinan dengan berbagai aspeknya dapat berbuat banyak sebagai alat rekayasa genetika dan yang sejenisnya. Sejauh ini memang terlihat adanya kecenderungan sebagian ilmuwan atau Negara tertentu di dunia yang mencoba mengabaikan batas-batas agama dalam percobaan penyempurnaan bioteknologi. Hal ini jelas terlarang dalam islam. Hal-hal terlarang dalam islam tentang percobaan bioteknologi tersebut di antaranya meliputi:
1. Percobaan-percobaan yang melanggar hukum pernikahan dalam islam, misalnya mencangkok embrio ke dalam rahim wanita dari hasil pembuahan lelaki yang bukan muhrimnya. Percobaan seperti ini tidak dapat dilakukan. Jika dilakukan tidak berlandaskan hukum pernikahan yang sah. Hukumnya adalah dosa.
2. Percobaan pembuahan yang dilakukan di antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrimnya. Perbuatan ini tidak sesuai ajaran islam.
3. Percobaan bioteknologi atas hewan dengan cara menggunakan kekerasan, menyakiti dan yang sejenisnya. Tindakan ini terlarang meskipun atas nama ilmu pengetahuan dan untuk kesejahteraan manusia. Seandainya hewan tersebut karena satu dan lain hal harus dibunuh unuk suatu percobaan ilmu pengetahuan, maka harus dibunuh dengan cara yang baik dan dengan menyebut nama Allah SWT. Perlakuannya mirip dengan hewan buruan.
4. Percobaan bioteknologi atas orang yang telah meninggal adalah terlarang, karena islam melarang untuk merusak jenazah dan mewajibkan menghormati jenazah manusia. Hanya karena alas an yang sangat penting, hal itu dapat dilakukan misalnya bedah mayat (otopsi) untuk menyingkap kejahatan. Dan itu pun harus dengan musyawarah para ahli waris.
5. Percobaan bioteknologi untuk mengembangkan bank sperma ataupun indung telur (ovum) wanita adalah terlarang. Seperti, menumbuhkan hasil pembuahan atas sperma dan ovum dari suami atau istri yang telah meninggal dunia.
6. Percobaan bioteknologi untuk membangkitkan sifat-sifat jahat pada hewan, tumbuhan, atau bahkan manusia. Perbuatan ini adalah perbuatan keji dan terlarang dalam Al-Qur’an serta tidak membawa berkah dan kebaikan.
7. Pada dasarnya percobaan iptek diizinkan dalam islam sepanjang teknis rincinya tidak bertentangan dengan hukum-hukum islam. Tentang ilmu pengetahuan tersebut, islam sangat menganjurkan untuk mepelajarinya dengan gigh dan tekun. Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“...Allah meninggikan orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan, beberapa derajat ….” (QS. Al-Mujaadilah: 11)
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq: 1-5)
“…Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az-Zumar: 9)
Berdasarkan ayat-ayat di atas, jelaslah kedudukan bioteknologi sebagai iptek adalah sejajar dengan ilmu-ilmu umum lainnya. Islam mendukung pencerdasan umatnya serta mendukung penguasaan iptek, seperti bioteknologi. Yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa penerapan bioteknologi, baik itu di dalam penelitian, percobaan, maupun penggunaannya harus tunduk kepada hukum-hukum yang telah ditetapkan agama.
Sesungguhnya umat islam tidak perlu khawatir bahwa bioteknologi akan mampu menandingi sang Pencipta. Ilmu pengetahuan telah menunjukan bahwa pengetahuan yang dimiliki manusia masih terlalu jauh dan lebih sedikit dibandingkan dengan apa yang ada dalam alam semesta ini. Oleh karenanya, secara alamiah tidak ada satu iptek pun yang mampu menguasai seluruh alam ataupun meniru Perbuatan Allah SWT, misalnya menciptakan makhluk baru atau menghidupkan orang mati. Hal itu mudah dilihat dari perkembangan iptek yang adaseperti berikut ini.
1. Sampai kini tidak ada teknologi apa pun yang dapat memperbaiki secara sempurna wajah seseorang yang terbakar 100%. Walaupun dengan operasi plastik cara apa pun, hal itu tidak mengembalikan sepenuhnya apa yang sebelumnya telah diciptakan Allah. Apalagi untuk membangkitkan makhluk yang telah mati.
2. Sampai kini tetap diadakan donor darah bagi kebutuhan darah untuk operasi, kecelakaan dan sebagainya. Ini membuktikan bahwa darah manusia tetap harus diambil secara alamiah dan manusia ternyata tetap menggunakan manusia pula untuk memproduksi darah. Iptek tidak mampu menciptakan darah seperti ciptaan Allah SWT. Kalaupun ada berita tentang kemampuan iptek menciptakan darah pengganti itu lebih banyak berbau khayalan ilmiah dan bukan ilmu. Allah SWT adalah Esa dalam segalanya, termasu atas perbuatan-Nya (mencipta) dan hasil perbuatan-Nya, sebagaimana disebutkan dalam ayat: “…dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlash: 4)
Ayat ini memberi kabar bahwa tak ada sesuatu pun atau siapa pun, atau apa pun yang serupa dengan Allah, termasuk semua hasil karya-Nya.
3. Sampai saat ini masih ada donor kornea mata. Ini juga menunjukkan bahwa manusia tidak dapat berbuat serupa dengan al-Khaliknya untuk menciptakan lensa mata yang sejenis.
Sikap yang harus diambil seorang muslim dalam hal munculnya berita-berita baru perkembangan bioteknologi adalah memeriksa secara rinci dan memahami secara rinci apa isi berita perkembangan tersebut. Distorsi informasi sangat sering terjadi sehingga penemuan iptek cenderung keluar dari proporsi yang benar dan dimanfaatkan oleh orang-orang jahil.
Jika ada hal-hal tampak semu, kembalilah kepada Al-Qur’an dan lakukan pengamatan yang seksama. Umat Islam sesungguhnya telah diberi petunjuk yang jelas seperti disebut dalam firman-Nya: “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 2)
4. Dalam disiplin ilmu lain misalnya, iptek juga tidak mampu meramalkan secara tepat kapan suatu gempa bumi. Ini menunjukkan bahwa iptek yang dikuasai manusia masih sangat jauh dari penguasaan alam semesta dalam arti utuh.
5. Sampai sejauh ini ilmu pengetahuan hanya merabaraba belaka pengetahuan tentang ruh. Tak ada satu iptek pun yang dapat menjelaskan mengenai ruh. Ini sesuai dengan apa yang difirmankan Allah: “Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: ‘Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (QS. Al-Isra’: 85)
Bioteknologi sama sekali tidak mampu menjelaskan tentang ruh. Bioteknologi hanyalah aplikasi ilmu-ilmu dalam biologi, terutama dalam merekayasa dari berbagai bahan bio yang memang telah tersedia. Oleh karenanya, jika kelak ada asumsi yang keliru dan tidak proporsional tentang bioteknologi, selayaknya kaum muslimin menelitinya secara akurat. Disinformasi yang mungkin sekali disebarluaskan oleh orang-orang tidak beriman dapat menyesatkan manyarakat luas. Misalnya dengan mencoba menimbulkan kesan bahwa kehidupan dapat diciptakan oleh manusia sendiri melalui bioteknologi.
Dengan alasan-alasan di atas, jelaslah bahwa umat islam memiliki semacam kewajiban untuk mengenal, memahami, dan menguasai bioteknologi agar dapat lebih menghayati kebesaran Allah SWT serta untuk menjadi benteng bagi manipulasi informasi yang menyesatkan.










BAB III
KESIMPULAN

Allah SWT telah menjanjikan, bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang mu'min yang tunduk kepada perintahNya dan perintah RasulNya. Dan secara khusus Allah menyebut janji itu untuk orang-orang yang berilmu diantara orang-orang yang beriman. Janji Allah SWT secara nyata menandaskan penghargaan Islam kepada ilmu dan orang-orang yang berilmu.
Akhlak yang baik muncul dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, sumber segala kebaikan, keindahan dan kemuliaan. Keimanan dan ketaqwaan kepada-Nya hanya akan muncul, apabila diawali dengan pemahaman ilmu pengetahuan dan pengenalan terhadap-Nya beserta alam semesta sebagai manifestasi sifat-sifat KeMahaMuliaan, Kekuasaan dan Keagungan-Nya.

Makalah Kespro

BAB I
PENDAHULUAN

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Negara Indonesia memiliki masalah kependudukan yang sejak lama tak kunjung selesai. Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki jumlah penduduk tertinggi di dunia. Tahun 1990, penduduk dunia berjumlah 5,3 miliar. Dari jumlah tersebut, 1,4 miliar jiwa (26%) merupakan penduduk miskin. Pada tahun 2000, jumlah penduduk dunia ada 6,1 miliar jiwa. Sebanyak 20 persen penduduk dunia memiliki pendapatan di atas US$ 100 per hari. Namun lebih dari satu miliar penduduk dunia berpendapatan US$ 1 per hari. Para pakar kependudukan memperkirakan jumlah penduduk dunia pada tahun 2015 mencapai 7,2 miliar. Indonesia mengalami ledakan jumlah penduduk (baby booming) yang diestimasikan 220 juta tahun ini menjadi 247,5 juta jiwa pada tahun 2015 dan 273 juta jiwa pada tahun 2025.
Hal ini menjadi suatu masalah besar bagi Indonesia karena berbeda dengan Amerika Serikat yang memiliki jumlah penduduk yang banyak, tetapi sebagian besar penduduknya memiliki kualitas yang baik. Saat ini kualitas penduduk Indonesia umumnya masih rendah, tercermin dari tingkat pendidikan mereka dimana hampir 2/3 penduduk berpendidikan dibawah SMP. Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang masih sangat rendah ini meningkatkan beban kepada Negara karena Ledakan jumlah penduduk ini akan berdampak luas terhadap penyediaan anggaran dan fasilitas kesehatan, pendidikan, serta ketersediaan pangan. Ledakan jumlah penduduk ini pun akan berdampak terhadap pemenuhan gizi bayi serta meningkatnya angka pengangguran. Sudah ada suatu program yang telah dijalankan pemerintah Indonesia untuk menahan ledakan penduduk ini, yaitu dengan suatu program yang dikenal dengan istilah Keluarga Berencana. Program ini cukup efektif dalam mengurangi laju pertumbuhan penduduk, tetapi masalah klasik yang tidak pernah hilang adalah pelaksanaan program ini sering terabaikan apalagi setelah terjadi otonomi daerah.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian dan Ruang Lingkup KB
1. Upaya peningkatkan kepedulian masyarakat dalam mewujudkan keluarga kecil yang bahagia sejahtera (Undang-undang No. 10/1992).
2. Keluarga Berencana (Family Planning, Planned Parenthood): suatu usaha untuk menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi.
3. WHO (Expert Committe, 1970), tindakan yg membantu individu/ pasutri untuk: Mendapatkan objektif-obketif tertentu, menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan dan menentukan jumlah anak dalam keluarga.
Ruang lingkup KB antara lain: Keluarga berencana; Kesehatan reproduksi remaja; Ketahanan dan pemberdayaan keluarga; Penguatan pelembagaan keluarga kecil berkualitas; Keserasian kebijakan kependudukan; Pengelolaan SDM aparatur; Penyelenggaran pimpinan kenegaraan dan kepemerintahan; Peningkatan pengawasan dan akuntabilitas aparatur negara.

B. Tujuan KB
1. Tujuan umum adalah membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan sosial ekonomi suatu keluarga dengan cara pengaturan kelahiran anak, agar diperoleh suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
2. Tujuan lain meliputi pengaturan kelahiran, pendewasaan usia perkawinan, peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.
3. Kesimpulan dari tujuan program KB adalah: Memperbaiki kesehatan dan kesejahteraan ibu, anak, keluarga dan bangsa; Mengurangi angka kelahiran untuk menaikkan taraf hidup rakyat dan bangsa; Memenuhi permintaan masyarakat akan pelayanan KB dan KR yang berkualitas, termasuk upaya-upaya menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan anak serta penanggulangan masalah kesehatan reproduksi.

C. Strategi dan Dampak Program KB
Strategi program KB terbagi dalam dua hal yaitu:
1. Strategi dasar
• Meneguhkan kembali program di daerah
• Menjamin kesinambungan program
2. Strategi operasional
• Peningkatan kapasitas sistem pelayanan Program KB Nasional
• Peningkatan kualitas dan prioritas program
• Penggalangan dan pemantapan komitmen
• Dukungan regulasi dan kebijakan
• Pemantauan, evaluasi, dan akuntabilitas pelayanan
Program keluarga berencana memberikan dampak, yaitu penurunan angka kematian ibu dan anak; Penanggulangan masalah kesehatan reproduksi; Peningkatan kesejahteraan keluarga; Peningkatan derajat kesehatan; Peningkatan mutu dan layanan KB-KR; Peningkatan sistem pengelolaan dan kapasitas SDM; Pelaksanaan tugas pimpinan dan fungsi manajemen dalam penyelenggaraan kenegaraan dan pemerintahan berjalan lancar.

D. Jenis-jenis Alat Kontrasepsi
a. Cara Alami (Kontrasepsi Teknik)
1. Pantang berkala (rhythm method)
Metode ini disebut juga dengan sistem kalender. Jika cara ini jadi pilihan maka pengetahuan Anda tentang masa subur atau fertility awareness harus tinggi. Anda harus mengetahui dengan tepat masa subur atau saat yang paling memungkinkan Anda mengalami kehamilan. Bila Anda memang ingin menunda kehamilan, maka pada saat tubuh memasuki masa subur tundalah keinginan berhubungan intim dengan pasangan. Atau Anda dan pasangan tetap melakukan hubungan seksual tapi menggunakan kondom.
Mula-mula dicatat lama siklus haid selama 3 bulan terakhir. Tentukan lama siklus haid terpendek dan terpanjang. Kemudian siklus haid terpendek dikurangi dengan 18 hari dan siklus haid terpanjang dikurangi dengan 11 hari. Dua angka yang diperoleh merupakan masa subur. Dalam masa subur tersebut harus pantang sanggama, di luar itu merupakan masa aman. Cara lain untuk menentukan masa aman ialah dengan suhu basal badan. Menjelang ovulasi suhu basal badan akan turun. Kurang lebih 24 jam sesudah ovulasi suhu basal badan akan naik lagi sampai lebih tinggi daripada suhu sebelum ovulasi. Fenomena ini dapat digunakan untuk menentukan saat ovulasi. Hal ini efektif bagi wanita dengan siklus mentruasi teratur. Buat mereka yang siklus haidnya tidak teratur akan sulit untuk menggunakan metode ini, karena kesulitan menentukan masa subur.
2. Sanggama terputus (Coitus Interruptus)
Ialah penarikan penis dari vagina sebelum terjadi ejakulasi. Hal ini berdasarkan kenyataan bahwa akan terjadi ejakulasi disadari sebelumnya oleh bagian terbesar pria dan setelah itu masih ada waktu kira-kira 1 detik sebelum ejakulasi terjadi. Waktu yang singkat ini dapat digunakan untuk menarik penis keluar dari vagina.
Dengan cara ini diharapkan cairan sperma tidak akan masuk kedalam rahim serta mengecilkan kemungkinan bertemunya sperma dengan sel telur yang dapat mengakibatkan terjadinya pembuahan. Teknik ini membutuhkan pastisipasi yang besar dari pasangan Anda . Selain itu juga menuntut jiwa yang besar dari Anda dan pasangan alias siap mental jika ternyata metode tersebut gagal. Faktor kegagalan dari metode ini memang cukup tinggi karena bisa saja sperma telah keluar sebelum orgasme. Dengan kata lain sperma sudah terlepas dan berenang cepat menuju sel telur sesaat sebelum penis ditarik keluar. Hal ini efektif bagi wanita yang suami atau pasangannya mampu mengontrol waktu ejakulasi

3. Perpanjangan masa menyusui anak (prolonged lactation)
Memperpanjang masa laktasi sering dilakukan untuk mencegah kehamilan karena seperti yang telah diketahui bahwa kemungkinan untuk menjadi hamil menjadi lebih kecil apabila mereka terus menyusui anaknya setelah melahirkan. Laktasi dikaitkan dengan adanya prolaktinemi dan prolaktin menekan adanya ovulasi.
b. Cara Kimia
1. Spermatisid
Ini bahan sejenis bahan kimia aktif yang berfungsi "membunuh" sperma. Dapat berwujud cairan, krim atau tisu vagina yang harus dimasukkan ke dalam vagina 5 menit sebelum senggama. Ketika memasukkan spermatisida kedalam vagina harus menggunakan alat yang telah disediakan dalam kemasan. sangat tidak diperbolehkan menggunakan tangan!. Kegagalan sering terjadi karena waktu larut belum yang cukup, jumlah spermatisida yang digunakan terlalu sedikit atau vagina sudah dibilas dalam waktu kurang dari 6 jam usai senggama. Dapat digunakan siapa saja dan untuk meningkatkan efektifitasnya, gunakan bersamaan dengan kondom serta vaginal diafragma.
• Suppositorium: Dimasukkan sejauh mungkin ke dalam vagina sebelum koitus. Obat ini baru mulai aktif setelah 5 menit. Lama kerjanya kurang lebih 20 menit – 1 jam.
• Jelly/crème: Jelly lebih encer daripada crème. Obat ini disemprotkan ke dalam vagina menggunakan suatu alat. Lama kerjanya kurang lebih 20 menit – 1 jam.
• Tablet busa: Sebelum digunakan, tablet terlebih dahulu dicelupkan ke dalam air, kemudian dimasukkan ke dalam vagina sejauh mungkin. Lama kerjanya 30 – 60 menit.
• C-film: Benda tipis, dapat dilipat, dan larut dalam air. Dalam vagina obat ini merupakan gel dengan tingkat dispersi yang tinggi dan menyebar pada porsio uteri dan vagina. Obat mulai efektif setelah 30 menit.
2. Pembilasan pascasanggama (postcoital douche)
Tujuannya adalah mengeluarkan sperma secara mekanis dari vagina. Penambahan cuka ialah untuk memperoleh efek spermisida serta menjaga asiditas vagina.
c. Cara Mekanis (Kontrasepsi Mekanik)
1. Kondom
Prinsip kerja kondom adalah sebagai perisai dari penis sewaktu melakukan koitus dan mencegah pengumpulan sperma dalam vagina. Bentuk kondom adalah silindris dengan pinggir yang tebal pada ujung terbuka sedangkan ujung yang buntu sebagai penampung sperma. Kondom dilapisi pelicin yang mempunyai sifat spermatisid. Efek samping kondom tidak ada, kecuali jika ada alergi terhadap bahan untuk membuat karet.
Penggunaan kondom cukup efektif selama digunakan secara tepat dan benar. Kegagalan kondom dapat diperkecil dengan menggunakan kondom secara tepat, yaitu gunakan pada saat penis sedang ereksi dan dilepaskan sesudah ejakulasi. Alat kontrasepsi ini paling mudah didapat serta tidak merepotkan. Kegagalan biasanya terjadi bila kondom robek karena kurang hati-hati atau karena tekanan pada saat ejakulasi sehingga terjadi perembesan. Hal ini efektif bagi siapa saja. Alergi terhadap karet kondom adalah hal yang sangat jarang terjadi. Sebaiknya jika ada keluhan iritasi dan rasa tidak nyaman usai berhubungan, Anda wajib konsultasi dengan dokter dan mencari alternatif kontrasepsi lainnya.
2. Pessarium
• Diafragma vaginal: Terdiri atas kantong karet yang berbentuk mangkuk dengan per elastis pada pinggirnya. Per ini ada yang terbuat dari logam tipis yang tidak dapat berkarat dan ada pula dari kawat halus yang tergulung sebagai spiral dan mempunyai sifat seperti per. Paling cocok dipakai wanita dengan dasar panggul yang tidak longgar dan dengan tonus dinding vagina yang baik. Umumnya tidak menimbulkan banyak efek samping. Efek samping mungkin disebabkan oleh reaksi alergik terhadap obat-obat spermatisida yang digunakan atau oleh perkembangbiakan bakteri yang berlebihan dalam vagina jika diafragma dibiarkan terlalu lama terpasang. Lingkaran cincin dilapisi karet fleksibel ini akan menutup mulut rahim bila dipasang dalam liang vagina 6 jam sebelum senggama. Efektifitasnya alat kontrasepsi ini bisa menurun bila terlalu cepat dilepas kurang dari 8 jam setelah senggama.
• Cervical cap: Dibuat dari plastik atau karet dan mempunyai bentuk mangkuk yang dalam dengan pinggirnya terbuat dari karet yang tebal. Jarang dipakai untuk kontrasepsi.
3. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)
Ada yang berpendapat bahwa AKDR sebagai benda asing menimbulkan reaksi radang setempat dengan sebukan leukosit yang dapat melarutkan blatosis atau sperma. Untuk mekanisme kerja AKDR yang dililiti kawat tembaga mungkin berlainan. Tembaga dalam konsentrasi kecil yang dikeluarkan ke dalam rongga uterus selain menimbulkan reaksi radang juga bisa menghambat khasiat anhidrase karbon dan fosfatase alkali. AKDR yang mengeluarkan hormon juga menebalkan lendir serviks sehingga menghalangi pasasi sperma.
d. Cara Hormonal (Kontrasepsi Hormonal)
Dengan fungsi utama untuk mencegah kehamilan (karena menghambat ovulasi), kontrasepsi ini juga biasa digunakan untuk mengatasi ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh. Harus diperhatikan beberapa faktor dalam pemakaian semua jenis obat yang bersifat hormonal, yaitu:
1. Kontraindikasi mutlak: (sama sekali tidak boleh diberikan): kehamilan, gejala thromboemboli, kelainan pembuluh darah otak, gangguan fungsi hati atau tumor dalam rahim.
2. Kontraindikasi relatif (boleh diberikan dengan pengawasan intensif oleh dokter): penyakit kencing manis (DM), hipertensi, pendarahan vagina berat, penyakit ginjal dan jantung.
Kontrasepsi hormonal bisa berupa pil KB yang diminum sesuai petunjuk hitungan hari yang ada pada setiap blisternya, suntikan, susuk yang ditanam untuk periode tertentu, atau spiral berhormon.
1. Pil
Ada pil estrogen, progesteron, dan kombinasi (antara estrogen dan progesteron). Hormon estrogen bisa dijadikan kontrasepsi dengan cara mempengaruhi ovulasi, perjalanan ovum, atau implantasi. Progesteron untuk menyiapkan endometrium untuk implantasi dan mempertahankan kehamilan.
Keuntungan pil ini adalah tetap membuat menstruasi teratur, mengurangi kram atau sakit saat menstruasi. Kesuburan Anda juga dapat kembali pulih dengan cara cukup menghentikan pemakaian pil ini. Pil KB termasuk metode yang efektif saat ini. Cara kerja pil KB adalah dengan mencegah pelepasan sel telur. Pil ini mempunyai tingkat keberhasilan yang tinggi (99%) bila digunakan dengan tepat dan secara teratur. Ada dua jenis pil KB yang sekarang beredar di pasaran, yaitu kombinasi antara estrogen dan progesteron atau hanya mengandung progestoren saja. Pil KB generasi kedua tidak mempunyai efek seperti pil generasi pertama atau kita kenal dengan lingkaran biru. Pil KB saat ini tidak membuat tubuh gemuk, jerawatan serta pusing. Hal ini efektif bagi wanita yang memang memiliki tingkat disiplin tinggi. Tidak dianjurkan bagi yang sering lupa karena 2 kali alpa meminum pil KB justru dapat membuat subur para wanita.
2. Pil Kontrasepsi Kombinasi (OC / Oral Contraception)
Berupa kombinasi dosis rendah estrogen dan progesteron. Merupakan metode KB paling efektif karena bekerja dengan beberapa cara sekaligus sebagai berikut:
• Mencegah ovulasi (pematangan dan pelepasan sel telur)
• Meningkatkan kekentalan lendir leher rahim sehingga menghalangi masuknya sperma
• Membuat dinding rongga rahim tidak siap menerima hasil pembuahan
Bila pasien disiplin minum OC-nya, bisa dipastikan perlindungan kontrasepsi hampir 100%. Selain itu, OC merupakan metode yang paling reversibel, artinya bila pengguna ingin hamil bisa langsung berhenti minum pil dan biasanya bisa langsung hamil dalam 3 bulan. Selain berfungsi sebagai alat kontrasepsi, OC ternyata juga memberikan manfaat yang tidak langsung berhubungan dengan efek kontrasepsi (non-contraceptive benefits) yaitu menyembuhkan atau mengurangi resiko terjadinya beberapa kelainan atau keluhan tertentu. Pil kontrasepsi dapat menyembuhkan beberapa kelainan menstruasi umum antara lain:
• Siklus menstruasi yang tidak teratur (irregular cycle)
• Darah yang keluar pada saat menstruasi terlalu banyak (hiper-menore)
• Sindroma sebelum haid (premenstrual syndrome / PMS)
• Haid dengan rasa nyeri hebat di perut (dismenore).
Dengan mengkonsumsi OC, siklus haid menjadi teratur dan lebih ringan sehingga resiko terkena anemia dan defisiensi besi berkurang s/d 50%. Dalam tubuh wanita diproduksi hormon reproduksi estrogen, progesteron, dan androgen. Hormon androgen (testosteron) yang umum disebut hormon reproduksi pria dibutuhkan oleh wanita dalam jumlah sangat sedikit (± 0,5 mg / liter darah) untuk daya tahan tubuh dan gairah seksual (libido).
Wanita usia reproduktif (± 15 - 40 tahun) sering mengalami ketidakseimbangan hormonal dimana produksi hormon androgennya akan meningkat sehingga terjadi hiper-androgen yang bisa menyebabkan:
• Masalah pada kulit dan rambut: kulit berminyak, komedo, jerawat, ketombe (yang bisa menyebabkan kebotakan) atau hirsutisme (pola tumbuh rambut pada yang wanita yang menyerupai pria / male hair pattern)
• Masalah ginekologis: gangguan siklus haid, PCOS (poly-cystic-ovarian-syndrome) yang bisa menyebabkan sulit punya anak, kegemukan (obesitas) dan abnormalitas metabolisme tubuh.
OC istimewa mengandung CPA (Siproteron Asetat), zat anti-androgen paling efektif saat ini yang bekerja khusus mengatasi masalah hiper-androgen dengan menekan produksi androgen (dalam tubuh) dan minyak (di bawah permukaan kulit) sehingga mencegah timbulnya komedo dan ketombe bahkan jerawat. Berbeda dengan obat-obatan topikal dan antibiotik yang membunuh bakteri dan mengobati infeksi di permukaan kulit, CPA langsung bekerja pada akar masalah yaitu dengan mencegah produksi minyak yang berlebihan. Tetapi karena obat ini bekerja step-by-step dari dalam tubuh untuk menormalkan kadar hormon androgen, perbaikan pada kulit wajah baru bisa dilihat setelah 1-3 bulan pemakaian. Manfaat pencegahan, yaitu OC mengurangi resiko terkena:
• Infeksi pada organ reproduksi internal, s/d 50%
• Kanker ovarium dan endometrium, s/d 40%
• Benjolan jinak payudara, s/d 40%
• Kista ovarium, s/d 80%
• Infertilitas primer, s/d 40%
• Kehamilan ektopik (di luar kandungan), s/d 90%
OC harus diminum tiap hari dengan cara mengikuti petunjuk nama hari yang tertera di blisternya. Untuk memulai blister pertama Anda, mulailah minum pil pada hari pertama haid, misalnya: Anda mendapat haid pada hari Rabu maka ambil pil yang dibawahnya ada tanda Rabu. Lanjutkan minum pil setiap hari sampai habis (21 hari) yang pasti jatuh pada hari Selasa. Kemudian berhenti minum pil selama 7 hari (akan terjadi menstruasi). Setelah 7 hari bebas pil ini, lanjutkan minum pil dari kemasan yang baru pada hari Rabu lagi, jadi untuk blister ke-2 dst, selalu ikuti siklus 21 hari minum pil +7 hari bebas tablet.
3. Suntikan (Suntik KB)
Kontrasepsi yang digunakan ialah long-acting progestin, yaitu: Noretisteron Enantat (NETEN) dan Depomedroksi Progesterone Acetat (DMPA). Jenis kontrasepsi ini pada dasarnya mempunyai cara kerja seperti pil. Tersedia suntik 1 bulan (estrogen + progesteron) dan 3 bulan (tidak terjadi haid). Cukup praktis tetapi karena memasukkan hormon sekaligus untuk 1 atau 3 bulan, orang yang sensitif sering mengalami efek samping yang agak berat. Untuk suntikan yang diberikan 3 bulan sekali, memiliki keuntungan mengurangi resiko lupa minum pil dan dapat bekerja efektif selama 3 bulan. Efek samping biasanya terjadi pada wanita yang menderita diabetes atau hipertensi. Hal ini efektif bagi wanita yang tidak mempunyai masalah penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, trombosis atau gangguan pembekuan darah serta riwayat stroke. Tidak cocok buat wanita perokok. Karena rokok dapat menyebabkan peyumbatan pembuluh darah.
4. Implantasi (Susuk KB)
Efektivitas progestin sebagai kontrasepsi dapat diperpanjang dengan cara memasukkan progestin tersebut ke suatu delivery system. Ada beberapa macam delivery system antara lain cincin vagina, implant, dan mikrokapsul.
Implant/susuk KB adalah kontrasepsi dengan cara memasukkan tabung kecil di bawah kulit pada bagian tangan yang dilakukan olek dokter Anda. Tabung kecil berisi hormon tersebut akan terlepas sedikit-sedikit, sehingga mencegah kehamilan. Pemasangan dan pencabutan harus dengan operasi kecil. Keuntungan memakai kontrasepsi ini, Anda tidak harus minum pil atau suntik KB berkala. Proses pemasangan susuk KB ini cukup 1 kali untuk masa pakai 2-5 tahun. Dan bilamana Anda berencana hamil, cukup melepas implant ini kembali, efek samping yang ditimbulkan, antara lain menstruasi tidak teratur. Intinya kontrasepsi dengan hormon sebaiknya bagi wanita dengan gangguan metabolik harus ekstra hati-hati dalam memilih jenis kontrasepsi ini.
5. IUD (Spiral)
Terbuat dari bahan polyethylene yang diberi lilitan logam, umumnya tembaga (Cu) dan dipasang di mulut rahim. Efektivitasnya 92-94%. Kelemahan alat ini yaitu bisa menimbulkan rasa nyeri di perut, infeksi panggul, pendarahan di luar masa menstruasi atau darah menstruasi lebih banyak dari biasanya.
Intra Uterine Device atau biasa juga disebut spiral karena bentuknya memang seperti spiral. Teknik kontrasepsi ini adalah dengan cara memasukkan alat yang terbuat dari tembaga kedalam rahim. Sekarang ini, IUD generasi baru bisa dikombinasikan dengan hormon progesteron, agar efektifitasnya meningkat. Spiral ini juga bekerja menghalangi pertemuan sperma dan sel telur serta berdaya pakai hingga 5 tahun lamanya. Tingkat efektivitasnya bisa mencapai 98%, layaknya seperti pil, IUD juga mudah mengembalikan kesuburan Anda. Sebaiknya wanita yang mudah mengalami keputihan tidak menggunakan metode ini. Benang di ujung IUD harus senantiasa bersih. Karena jika kotor akan mudah menyebabkan infeksi.
e. Cara Bedah (Kontrasepsi asterilisasi / Permanen)
1. Tubektomi
Yaitu pencegahan kehamilan dengan mengikat sel indung telur pada wanita (tubektomi) atau testis pada pria (vasektomi). Proses sterilisasi ini harus dilakukan oleh ginekolog (dokter kandungan). Efektif bila Anda memang ingin melakukan pencegahan kehamilan secara permanen, misalnya karena faktor usia. Tindakan yang dilakukan sebagai tindakan pendahuluan untuk mencapai tuba Falopi terdiri atas pembedahan transabdominal seperti laparotomi, mini laparotomi, laparoskopi; dan pembedahan transvaginal seperti kolpotomi posterior, kuldoskopi; serta pembedahan transervikal (transuterin) seperti penutupan lumen tuba histeroskopik. Untuk menutup lumen dalam tuba dapat dilakukan pemotongan tuba dengan berbagai macam cara: Pomeroy, Irving, Uchida, Kroener, dan Aldridge.
Cara kontrasepsi ini bersifat permanen. Konsepnya saluran telur pada wanita, disumbat dengan cara diikat, dipotong atau dibakar. Sterilisasi pada wanita ini juga bisa dilakukan dengan pengangkatan rahim. Sedangkan pada kaum pria, sterilisasi dilakukan dengan cara memotong saluran sperma. Tetapi ada persyaratan khusus bagi wanita yang ingin melakukan kontrasepsi jenis ini. "Amanya jumlah umur dikali jumlah anak harus minimal seratus. Misalnya, Anda telah berusia 35 tahun dan telah memiliki tiga anak. Lalu kalikan 35 x 3 = 105. Hasil ini dapat diartikan sebagai kondisi aman. Untuk itu jika Anda ingin jalani kontrasepsi, sebaiknya usia anak bungsu Anda telah melewati masa balita. Hal ini sekedar berjaga-jaga jika suatu saat Anda masih berniat untuk hamil kembali. Pilihan kontrasepsi ini paling cocok bagi wanita yang memang bertekad bulat tak ingin punya anak lagi.






















BAB III
PENUTUP

Ada bermacam-macam alasan pribadi untuk mengatur jumlah dan jarak anak yang diinginkan, mencegah kehamilan di luar nikah dan mengurangi resiko terjangkit penyakit hubungan seksual. Secara internasional, kontrasepsi dibutuhkan untuk membatasi jumlah penduduk dunia dan menjamin ketersediaan sumber daya alam sehingga menjaga kualitas hidup manusia. Mengambil keputusan yang tepat untuk sebuah keluarga yang terencana bukanlah hal mudah. Seyogyanya, pasangan harus mengetahui fakta dan informasi yang benar seputar kontrasepsi, termasuk plus minusnya agar semakin mantap membuat keputusan yang tepat.
Berdasarkan uraian di atas mengenai beberapa fakta yang terjadi di Indonesia mengenai salah satu masalah kependudukan yang dari zaman pemerintahan Belanda sampai sekarang ini belum kunjung usai. Pemerintah telah lama menetapkan Program Keluarga Berencana yang menurut saya cukup efektif untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk. Namun, sayang sekali program ini belum dilaksanakan dengan baik di seluruh bagian Negara ini. Sudah saatnya kita semua ikut bekerja sama dalam mensukseskan program Keluarga Berencana.